Read
You Are What You Read
WomenWithBrain.com
You Are What You Read?
Membaca Kriminologi Tidak Menjadikan Kamu Seorang Kriminal

“You are what you read.”
Kalimat ini sering terdengar masuk akal. Jika seseorang membaca buku bisnis, ia dianggap ambisius. Jika membaca filsafat, ia dianggap intelektual. Jika membaca novel romantis, ia dianggap melankolis.
Lalu bagaimana dengan seseorang yang membaca kriminologi, psikologi kriminal, atau kisah pembunuhan berantai?
Apakah itu membuatnya seorang kriminal?
Tentu tidak.
Membaca bukanlah proses menyalin isi buku ke dalam kepribadian. Membaca adalah proses memahami dunia dari berbagai sudut pandang. Seorang dokter mempelajari penyakit bukan karena ingin sakit. Seorang pengacara mempelajari kejahatan bukan karena ingin melakukannya. Seorang psikolog mempelajari perilaku menyimpang bukan karena ingin menjadi pelakunya.
Pengetahuan dan identitas adalah dua hal yang berbeda.

Ironisnya, masyarakat sering kali takut pada topik yang mereka tidak pahami. Ketika seseorang tertarik pada kriminologi, pertanyaan yang muncul sering bukan “apa yang kamu pelajari?”, melainkan “kenapa kamu suka hal-hal seperti itu?”
Padahal rasa ingin tahu adalah salah satu bentuk kecerdasan yang paling mendasar.
Memahami bagaimana kejahatan terjadi justru dapat membantu kita mengenali pola manipulasi, memahami kelemahan sistem sosial, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya di sekitar kita.
Membaca tentang sisi gelap manusia tidak berarti kita menyukai kegelapan. Terkadang justru karena kita ingin memahami cahaya dengan lebih baik.
Jadi tidak, membaca kriminologi tidak menjadikan seseorang kriminal.
Sama seperti membaca tentang perang tidak menjadikan seseorang prajurit, dan membaca tentang laut tidak membuat seseorang menjadi ikan.
Yang menentukan siapa kita bukanlah apa yang kita baca, tetapi bagaimana kita menggunakan apa yang kita pelajari.
Because intelligent women don’t just seek answers. They seek understanding.

Membaca tidak mengubah seseorang menjadi apa yang ia baca. Membaca memperluas perspektif, mempertajam cara berpikir, dan membantu kita memahami dunia dengan lebih utuh.
Karena itu, jangan takut membaca topik yang berbeda, sulit, atau bahkan kontroversial. Justru dari sana kita belajar melihat kehidupan dari sudut pandang yang tidak selalu kita temui sehari-hari.
Di Women With Brain, kami percaya bahwa perempuan yang kuat bukan hanya mereka yang banyak berbicara, tetapi juga mereka yang terus belajar.

Setiap minggu, kami mengadakan bedah buku dan sesi sharing untuk bertukar perspektif, mendiskusikan ide-ide baru, serta belajar bersama dalam lingkungan yang suportif dan penuh rasa ingin tahu.
Karena terkadang, satu buku tidak mengubah hidup kita. Tetapi satu percakapan tentang buku itu bisa mengubah cara kita memandang dunia.
See you at our next book discussion. Follow our social media for the update!